IFCC Dorong Pengelolaan Hutan Lestari

Produk berlabel Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) akan memberi jaminan hutan lestari dan akses pasar global ujar Ketua Umum IFCC Dradjad Hari Wibowo.

Hal itu, menurut Dradjad di Bali, Rabu karena IFCC menginisiasi sistem sertifikasi global--Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) yang merupakan sertifikat terbesar di dunia dalam pengelolaan hutan lestari.

Di hadapan Stakeholder Dialogue yang juga dihadiri Sekretaris Jendral PEFC Ben Gunnerberg itu dia mengatakan, untuk mendorong pengelolaan hutan lestari, perlu sistem sertifikasi yang memungkinkan para pihak bisa menilai kemajuan dalam pencapaiannya.

Sistem itu, tambahnya, harus dibangun secara objektif, melalui kerjasama dan kebersamaan, serta tidak melibatkan kampanye negatif dan berbagai bentuk pemaksaan dan tekanan dari satu pihak ke pihak lain.

Hutan Rakyat Juga Akan Disertifikasi

hutan rakyat juga akan disertifikasi

 

Jakarta. Di tengah gencarnya upaya sertifikasi pada hutan industri, Organisasi Kerjasama Sertifikasi Kehutanan Indonesia (Indonesia Forestry Certification Cooperation / IFCC) juga menyiapkan sertifikasi untuk hutan rakyat.

Ketua Umum IFCC Dradjad Hari Wibowo mengatakan pihaknya terus mendorong terciptanya pengelolaan hutan lestari. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan sistem sertifikasi yang memungkinkan para pihak terlibat dalam pengelolaan hutan lestari dan ramah lingkungan.

Saat ini IFF tengah menyusun skema sertifikasi yang tidak terlalu memberkat bagi masyarakat dalam memenuhi syarat-syarat sertifikasi. "Bahkan kalau memungkinkan bisa melalui skema dimana masyarakat tidak perlu membayar," ujar Drajad, Kamis (17/11).

Menurut Drajad, masyarakat di negara-negara maju seperti Eropa, yang selama ini menjadi salah satu tujuan ekspor kayu Indonesia sangat peduli dengan produk-produk ramah lingkungan. Oleh karena itu, dukungan sertifikat IFF atau -Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) bagi produk kehutanan dan turunannya seperti kertas atau pulp menjadi sangat penting agar bisa diterima tanpa prasangka.

SERTIFIKASI HUTAN LESTARI IFCC/PEFC

 

(Dari kanan ke kiri), Ketua Umum Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) Dradjad Hari Wibowo, 2 Vice Chairman Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) Council Board Sheam Satkuru Ganzella, Chairman PEFC Peter Latham dan Sekretaris Jenderal PEFC Ben Gunnerberg bergandeng-tangan usai konferensi pers Stakeholder Dialogue di Hotel Sheraton, Kuta Bali, Rabu (16/11). Sertifikat berlabel IFFC/PEFC saat ini sangat dikenal di pasar global karena merupakan sistem sertifikasi hutan terbesar di dunia dengan 46 negara anggota. ANTARA FOTO/HO/Sidi/ama/16

Sumber berita: amp.antarafoto.com

PEFC Targetkan Sertifikasi 350 Juta Hektar Hutan Industri di Seluruh Dunia

Dari kiri ke kanan, General Secretary PEFC Ben Gunneberg, PEFC Council Board Member Peter Latham, 2nd Vice Chair PEFC Council Board Sheam Satkuru-Granzella, serta Ketua IFCC Drajad Wibowo di Sheraton Kuta, Rabu (16/11/2016).

 

DENPASAR, KOMPAS.com - Programme for the Endorsment of Forest Certification (PEFC) menargetkan bisa melakukan sertifikasi hingga 350 juta hektar hutan industri di seluruh dunia dalam beberapa tahun ke depan.

General Secretary PEFC Ben Gunneberg menuturkan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan sertifikasi terhadap sekitar 300 juta hektar hutan di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, luasan hutan di Indonesia yang telah disertifikasi mencapai 1,7 juta hektar.

"Dalam 3-4 tahun ke depan, kami akan meningkatkan peran dengan melakukan sertifikasi terhadap kurang lebih 50 juta hektar hutan di seluruh dunia sehingga total mencapai 350 juta hektar hutan," ujarnya dalam konferensi pers seusai pertemuan PEFC, Rabu (16/11/2016).

Menurut Gunneberg, Kanada dan Amerika Serikat menjadi dua negara terbesar yang hutan industrinya telah disertifikasi. Ke depan, negara lain yang diharapkan bisa masuk sebagai salah satu penyumbang sertifikasi hutan terbesar adalah Rusia dan China.