Peringati HUT IFFC ke-7, Dorong Perusahaan Gunakan Produk Hutan, Lihat Foto-fotonya

Fun Run dengan tema "Sporty Day In Green, Minggu (09/09/2018)./Foto: Adi

POJOKBOGOR com– Dalam Rangka memperingati Hari IFFC Ke-7, IFFC berinisiatif untuk mengadakan acara Fun Run dengan tema “Sporty Day In Green, Minggu (09/09/2018).

IFFC Chairman, Dr.Ir Dradjad Wibowo mengatakan kegiatan fun run bagian dari upaya mempromosikan agar perusahan-perusahan itu melakukan manajemen hutan lestari, pengelolaan hutan secara lestari.

Karena IFFC ini itu bagian dari organisasi tingkat dunia yang berbasis di Jenewa yang tugasnya itu adalah mendorong agar perusahan-perusahan semua perusahaan, semua jenis, itu menggunakan produk-produk hutan yang di panen dari hutan yang lestari.

Ade Sarip: IFCC 7 K Fun Run Miliki Dua Makna Positif

IFCC 7k Fun Run 2018

BogorUpdate.com – Kegiatan Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) 7K Fun Run Sporty Day In Green 2018 yang digelar Minggu (09/09/18), menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat memiliki dua makna positif.

“Pertama semakin menguatkan salah satu identitas Kota Bogor sebagai kota para pelari, dan identitas ini secara langsung atau tidak langsung telah memberikan kontribusi besar terhadap promosi kota ini dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor,” kata Ade.

Disamping itu, banyaknya event lari yang diselenggarakan di Kota Bogor meningkatkan awareness (kesadaran) nama Kota Bogor di forum nasional dan internasional sehingga memungkinkan peningkatan PAD dari beberapa sektor, terutama hotel dan restoran.

Kedepan kata Ade, untuk lebih mendukung hal tersebut Kota Bogor terus berbenah menjadikan kota yang ramah bagi pejalan kaki dan menyediakan infrastruktur.

IFCC Minta Masyarakat Lestarikan Hutan

IFCC Fun Run 2018

 

METROPOLITAN – Sebagai lembaga non-profit, Indonesian Forestry Certifcation Cooperation (IFCC) fokus mendorong dan memberikan pemahaman ke­pada sejumlah perusahaan tentang pembangunan berkelanjutan melalui sertifikasi pengelolaan hutan lestari. Tiap produk yang menggunakan bahan kertas mendapatkan sertifikasi se­perti logo ‘halal’. Artinya, produk tersebut ramah lingkungan dan berkelanjutan, sehingga tetap melestarikan hutan.

Untuk itu, pada ulang tahun ke-7 IFCC sekaligus bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional pada 9 September, IFCC meng­gelar acara Fun Run dengan tema ‘Sporty Day in Green’ un­tuk mempromosikan dan pen­ghargaan sertifikasi kepada perusahaan yang merawat hu­tan melalui produknya di Kota Bogor, akhir pekan lalu.

TPL kantongi sertifikat COC PEFC buktikan keberlanjutan

Komisaris Utama PT TPL Ignatius Ari Djoko Purnomo (kedua kiri), dan Mill VLK & Lab. QA/QC Head, Sri Nurhayati (kiri)Komisaris Utama PT TPL Ignatius Ari Djoko Purnomo (kedua kiri), dan Mill VLK & Lab. QA/QC Head, Sri Nurhayati (kiri), menerima sertifikat CoC PEFC dari Presiden Direktur SGS Indonesia Shashibhusha Jogani (kedua kanan), didampingi oleh Manajer Bisnis

Tobasamosir (Antaranews Sumut) - PT Toba Pulp Lestari sebagai perusahaan penghasil bubur kayu secara resmi mendapatkan sertifikat 'Chain of Custody Program for Endorsement Forest Certification' dari lembaga sertifikasi 'societe generale de surveillance Indonesia', sebagi bukti pengelolaan berkelanjutan atas bahan baku yang berasal sumber-sumber yang transparan.

"Sertifikat ini menjadi tonggak sejarah kedua bagi PT TPL dalam menjalankan operasionalnya," ujar Direksi PT TPL, Mulia Nauli, dalam rilis pers yang diterima Antara, Rabu.

Disebutkan, untuk awal tahun 2018, sertifikat tersebut menjadi sertifikat kedua yang diterima pihaknya setelah sebelumnya juga telah mendapatkan sertifikat 'Indonesian Forestry Certification Cooperation' dari lembaga sertifikasi 'Bureau Veritas Indonesia'.

"Keberadaan sertifikat ini adalah bukti dan kepastian pengelolaan hasil hutan tanaman industri yang bekelanjutan, serta kayu hasil panen, sejak awal hingga masuk ke proses produksi menjadi produk bubur kayu yang berasal dari sumber-sumber yang dapat ditelusuri secara transparan dan berkelanjutan," terangnya.

Dijelaskan, keberadaan sertifikat sebagai bentuk pengakuan dari lembaga penguji internasional atas hasil produk PT TPL, tentunya akan berpengaruh positif bagi pasar atau konsumen produk.

Kata Mulia, sertifikat CoC PEFC diserahkan oleh Presiden Direktur SGS Indonesia Shashibhushan Jogani, yang didampingi Manajer Bisnis CBE SGS Indonesia, Johnny A. Koe, dan diterima langsung oleh Komisaris Utama PT TPL, Ignatius Ari Djoko Purnomo, dan Mill VLK & Lab. QA/QC Head PT TPL, Sri Nurhayati pada Senin, 26 Maret 2018, di Jakarta.

"Sertifikat tersebut menjadi jaminan atas sumber bahan baku yang masuk ke pabrik, serta kepastian bahwa produk bubur kayu PT TPL bersumber dari hutan-hutan yang dikelola secara berkelanjutan dan menggunakan bahan-bahan yang diawasi," terangnya.

Selain itu, sertifikasi tersebut juga memastikan bahwa hutan-hutan dikelola dengan mengutamakan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Hal ini menjadi sebuah mekanisme yang terverifikasi untuk melacak kayu dari proses pemasokan hingga barang jadi.

Pewarta : Rinto Aritonang
Editor: Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Source: sumut.antaranews.com

TPL Terima Sertifikat IFCC

Senior Vi­ce President South East Asia-Pacific BV, Serge  Antonini (kedua kiri) dan I&F Country Chief Executive BVI Lontung Simamora (kiri), kepada Komisaris Utama PT TPL, Ig­natius Ari Djoko Purnomo (kanan) dan Direksi PT TPL Mulia Nauli (kedua kanan).(Analisa/istimewa) SERAHKAN: Sertifikat IFCC diserahkan oleh Senior Vi­ce President South East Asia-Pacific BV, Serge Antonini (kedua kiri) dan I&F Country Chief Executive BVI Lontung Simamora (kiri), kepada Komisaris Utama PT TPL, Ig­natius Ari Djoko Purnomo (kanan) dan Direksi PT TPL Mulia Nauli (kedua kanan).

Medan, (Analisa). PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL), perusahaan penghasil bubur kertas, menerima sertifikat IFCC (Indonesian Fo­restry Certification Cooperation) dari lembaga sertifikasi Bureau Veritas Indonesia (BVI), baru-baru ini, di Jakarta.

Sertifikat IFCC ini membuktikan pengelolalan hutan tanaman industri (HTI) yang berkelanjutan memberikan jaminan kepada para konsumen di seluruh dunia bahwa PT TPL memberikan produk ha­sil hutan yang dikelola secara berkelanjutan.

“Sertifikat IFCC ini menjadi tonggak sejarah bagi PT TPL dalam men­jalankan operasionalnya yang berkelan­jutan, khususnya dalam pengelolaan Hutan Tanaman Industri/HTI. Sertifikat IFCC ini juga mem­buktikan bahwa produk PT dari penerapan pengelolaan hutan les­tari di In­donesia,” ujar Direksi PT TPL, Mulia Nauli dalam sia­­­ran pers yang diterima Analisa, Kamis (1/2).

Mulia Nauli menambahkan, sertifikat IFCC berpengaruh positif memperluas pasar bagi produk PT TPL di dunia. “Kami mengu­capkan selamat terhadap pencapaian tertinggi PT TPL dalam menjalankan opersionalnya secara keber­lanjutan bagi semua pemangku kepentingannya,” ujar I&F Country Chief Executive BVI, Lontung Simamora.

Serah terima sertifikat IFCC diserahkan oleh Senior Vice Pre­sident South East Asia-Pacific BV, Serge Antonini dan I&F Country Chief Executive BVI, Lontung Sima­mora, kepada Ko­misaris Utama PT TPL, Ignatius Ari Djoko Purnomo, Direksi PT TPL, Mulia Nauli, dan Ma­najer Lingkungan Fiber PT TPL Mangasi Sianipar.

Dengan didapatnya sertifikasi IFCC ini, menunjukkan bahwa TPL melakukan kegiatan operasional dengan mem­per­tim­bangkan aspek produksi yang ramah, memerhatikan aspek eko­logi dan lingkungan sekitarnya serta sinergi dengan masyarakat sebagai implementasi aspek sosial da­lam melakukan pengelolaan hutan secara lestari, seim­bang, dan berkelanjutan.

Sebelumnya, PT. TPL meraih penghargaan level lima atau level ter­tinggi Green Industry Awards (Penghargaan Industri Hijau) dari Ke­menterian Perindustrian. Peng­hargaan ini sebagai bentuk apresiasi serta motivasi pe­me­rintah kepada manufaktur dalam negeri yang telah menerapkan prinsip-prinsip industri hijau dalam proses produksinya.

Baru-baru ini PT TPL juga meraih Proper kategori Biru dari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang artinya bahwa perusahaan telah melakukan penge­lolaan lingkungan yang Baik sesuai dengan standar yang diwajibkan pemerintah. Proper adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Ling­kungan yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sejak 1995, untuk mendorong perusahaan meningkatkan penge­lolaan lingkungannya. (rel/nai)

Source: http://harian.analisadaily.com