Rehat dari Hiruk Pikuk Politik, Drajad Wibowo Fokus di Kehutanan

Juni 10

JAKARTA, SOROTnews.com: Selesai menjabat Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad H Wibowo kini mengalihkan perhatianya pada dunia kehutanan. Bagi politisi yang pensiun dari DPR sejak 2009 ini, hutan bukanlah wilayah yang asing baginya.

"Ya, sekarang istirahat dulu dari politik, dan kebetulan saya saat di percaya sebagai ketua umum IFCC yang sudah ada sejak 2011. Kerjanya ya bareng-bareng membenahi pelestarian hutan Indonesia," ujarnya kepada wartawan di Hotel Indonesia, Senin (8/6/2015).

Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) merupakan bidang Pengelolaan Hutan Lestari (Sustainable Forest Management – SFM) dengan fokus pada sertifikasi SFM.

"Jadi seusai Kongres PAN di Bali, saya istirahat dari politik praktis, sehingga mempunyai waktu lebih untuk menggenjot kinerja IFCC. Apalagi, IFCC menargetkan minimal 1 juta hektar areal Hutan Tanaman Industri (HTI) bisa memperoleh sertifikat PEFC pada tahun 2015," tambahnya.

Hutan tak Disertifikasi, Nilai Ekspor Rp 65 Triliun Terancam Hilang

8 Juni, 2015 - 17:31

Juni 9

AMALIYA/PRLM

KETUA Umum Indonesia Forestry Certification Cooperation (IFCC), Dradjad H. Wibowo, saat jumpa pers penyerahan sertifikat PEFC/‎IFCC di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2015).

JAKARTA, (PRLM).-‎Indonesia terancam kehilangan nilai ekspor sampai Rp 65 triliun per tahun karena tidak tersertifikasinya hutan sebagai syarat ekspor yang ditetapkan sejumlah negara. Angka ekspor yang dipastikan hilang yakni Rp 15 triliun - 20 triliun per tahun.

"Pengelolaan hutan Indonesia dinilai dunia jauh dari kaidah-kaidah kelestarian. Indonesia semakin mendapat tekanan global karena dianggap gagal mengatasi pembalakan liar dan perdagangan hasil hutan ilegal," ujar Ketua Umum Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC), Dradjad H. Wibowo, dalam penyerahan sertifikat PEFC/IFCC di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2015).

Ko‎ndisi tersebut berimbas kepada pelaku usaha di bidang kehutanan dan industri pengolahan hasil hutan. Mereka kesulitan menjual produknya ke pasar dunia kecuali bisa membuktikan produknya berasal dari hutan yang dikelola melalui sustainable forest management (SFM/pengelolaan hutan lestari).

Ekspor bubur kertas dan kertas (pulp and papers) misalnya, nilai ekspornya pada 2013 yakni 4,28 miliar dolar Amerika. Pada 2014 nilai ekspornya naik menjadi lebih dari 5 miliar dolar Amerika.

APRIL, Perusahaan Pertama di Indonesia Raih Sertifikat PEFC

Senin, 8 Juni 2015 06:25

Sistem penglelolaan hutan berkelanjutan yang diterapkan APRIL mendapat pengakuan lembaga kredibel kelas dunia. RISI untuk kali pertama memberikan penghargaan PEFC untuk perusahaan di Indonesia.


Juni 8 Riauterkini-JAKARTA- Produsen bubur kayu dan kertas APRIL grup dilaporkan telah memperoleh sertifikat yang pertama di Indonesia untuk pengelolaan hutan berkelanjutan PEFC (Programme for the Endorsement of Forest Certification).

Diterima APRIL, Sertifikat PEFC Terbesar di Dunia untuk Pengelolaan Hutan Lestari

Senin, 8 Juni 2015 12:06

Juni 5
APRIL, dalam hal ini PT RAPP mejadi perusahaan pertama di Indonesia menerima Sertifikat PEFC. Menurut Drajat Wibowo, merupakan pengakuan terbesar di dunia untuk pengelolaan hutan lestari.

Riauterkini-JAKARTA- CharimanIndonesia Forestry Certification Coorperation(IFCC) Drajat Wibowo menjelaskan bahwa, SertifikatProgramme of the Endorsenet Forest Certification(PEFC) merupakan sertifikat terbesar di dunia untuk pengelolaan hutan berkelanjutan atau lestari.


“Dengan adanya Sertifikat PEFC, maka produk kertas atau pulp asal Indonesia tidak lagi dikucilkan di dunia, tetapi bisa diterima tanpa ada prasangka mengenai pengelolaan hutan yang tak lestari,” ujar Drajat dalam pembuka penyerahan Sertifikat PEFC kepada APRIL dalam hal ini PT Riaun Andalan Pul And Paper (RAPP) di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Senin (8/6/15).

April Grup Kantongi Sertifikat PEFC Pertama di Indonesia

BERITA PILIHAN | Uploader ARYO KURNIAWAN

JAKARTA, indopos.co.id –April Grup, produsen bubur kayu dan kertas dilaporkan berhasil memperoleh sertifikat pengelolaan hutan berkelanjutan PEFC (Programme for the Endorsement of Forest Certification). April menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi sertifkat ini.

 

Sebagaimana dipublikasikan Lembaga penyedia informasi produk kayu, RISI mengutip laman resmi PEFC, April Grup adalah yang pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat tersebut pada Desember 2014.